Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Budaya Dasar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2014

Prinsip-Prinsip Moral Membangun Pribadi Kuat

Prinsip-Prinsip Moral Membangun
Pribadi Kuat

                   I.      Pendahuluan
Setiap manusia tentunya harus memiliki moral yang baik. Moral adalah perilaku yang baik dan juga terpuji. Saat seseorang telah memiliki moral yang baik maka tidak diragukan lagi bahwa secara perlahan namun pasti pribadinya pun akan sama kuatnya dengan moral yang dimilikinya. Dalam setiap agama mengajarkan pengikutnya untuk memiliki moral yang baik karena moral akan menentukan juga bagaimana kepribadian seseorang tersebut. Ketika seseorang tidak memiliki moral yang baik maka hidupnya pun tidak akan baik, kepribadiannya rapuh dan sulit menjalin hubungan sosial dengan orang-orang disekitarnya. Maka itu pentingnya seseorang memiliki moral adalah suatu keharusan.
Oleh karena itu, pada artikel ini penulis akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan moral? Apa yang dimaksud pula tentang prinsip? Dan bagaimana cara agar membangun kepribadian yang kuat melalui prinsip moral?.
Sehingga setelah membaca artikel ini diharapkan dapat menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik. Dengan memiliki prinsip moral yang dapat membangun kepribadian pada diri setiap manusia.

                II.      Pembahasan
Moral berasal dari kata mos (mores) yang sinonim dengan kesusilaan, tabiat atau kelakuan. Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Seorang pribadi yang taat kepada aturan-aturan, kaidah-kaidah, dan norma yang berlaku dalam masyarakat dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral. Helden (1977) dan Richard (1971) merumuskan pengertian moral sebagai kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan tindakan dibandingkan dengan tindakan lain yang tidak hanya berupa kepekaan terhadap prinsip dan aturan. Selanjutnya, Atkinson (1969) mengemukakan moral atau moralitas merupakan pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan. Selain itu, moral juga merupakan seperangkat keyakinan dalam suatu masyarakat berkenaan dengan karakter atau kelakuan dan apa yang seharusnya dilakukan manusia. Sedangkan prinsip meruapakan suatu asas, kebenaran yang jadi pokok dasar orang berfikir, bertindak, dan sebagainya.
Cara membangun pribadi yang kuat dengan prinsip-prinsip dasar moral yakni:
1.      Prinsip sikap baik
Kesadaran inti utilitarisme ialah bahwa kita hendaknya jangan merugikan siapa saja, jadi bahwa sikap yang dituntut dari kita sebagai dasar dalam hubungan dengan siapa saja adalah sikap yang positif dan baik. Prinsip utilitarisme, bahwa kita harus mengusahakan akibat-akibat baik sebanyak mungkin dan mengusahakan untuk sedapat-dapatnya mencegah akibat-akibat buruk dari tindakan kita bagi siapa saja yang terkena olehnya memang hanya masuk akal, kalau sudah diandaikan bahwa kita harus bersikap baik terhadap orang lain.
Dengan demikian prinsip moral dasar pertama dapat kita sebut prinsip sikap baik. Prinsip itu mendahului dan mendasari semua prinsip moral lain. Baru atas tuntutan dasar ini semua tuntutan moral lain masuk akal. Kalau tidak diandaikan bahwa pada dasarnya kita harus bersikap positif terhadap orang lain. Prinsip ini mempunyai arti yang amat besar bagi kehidupan manusia. Hanya karena prinsip itu memang kita resapi dan rupa-rupanya mempunyai dasar dalam struktur psikis manusia, kita dapat bertemu dengan orang yang belum kita kenal tanpa takut. Karena sikap dasar itu kita dapat mengandaikan bahwa orang lain tidak akan langsung mengancam atau merugikan kita.
Karena sikap dasar itu kita selalu mengandaikan bahwa yang memerlukan alasan bukan sikap yang baik melainkan sikap yang buruk. Jadi yang biasa pada manusia bukan sikap memusuhi dan mau membunuh, melainkan sikap bersedia untuk menerima baik dan membantu. Oleh karena itu berulang kali kita dapat mengalami bahwa orang yang sama sekali tidak kita kenal, secara spontan tidak membantu kita dalam kesusahan. Andaikata tidak demikian, andaikata sikap dasar antar manusia adalah negatif, maka siapa saja harus kita curigai, bahkan kita pandang sebagai ancaman. Hubungan antar manusia akan mati.
2.      Prinsip Keadilan
Masih ada prinsip lain yang tidak termuat dalam utilitarisme, yaitu prinsip keadilan. Bahwa keadilan tidak sama dengan sikap baik, dapat kita pahami pada sebuah contoh : untuk memberikan makanan kepada seorang ibu gelandangan yang menggendong anak, apakah saya boleh mengambil sebuah kotak susu dari sepermarket tanpa membayar, dengan pertimbangan bahwa kerugian itu amat kecil, sedangkan bagi ibu gelandangan itu sebuah kotak susu dapat berarti banyak baginya. Tetapi kecuali kalau betul-betul sama sekali tidak ada jalan lain untuk menjamin bahwa anak ibu itu dapat makan, kiranya kita harus mengatakan bahwa dengan segala maksud baik itu kita tetap tidak boleh mencuri. Mencuri melanggar hak milik pribadi dan dengan demikian keadilan. Berbuat baik dengan melanggar hak pihak ketiga tidak dibenarkan.
Hal yang sama dapat juga dirumuskan dengan lebih teoritis : Prinsip kebaikan hanya menegaskan agar kita bersikap baik terhadap siapa saja. Tetapi kemampuan manusia untuk bersikap baik secara hakiki terbatas, itu tidak hanya berlaku pada benda-benda materiil yang dibutuhkan orang : uang yang telah diberikannya kepada seseorang pengemis tidak dapat dibelanjakan bagi anak-anaknya sendiri; melainkan juga dalam hal perhatian dan cinta kasih : kemampuan untuk memberikan hati kita juga terbatas! Maka secara logis dibutuhkan prinsip tambahan yang menentukan bagaimana kebaikan yang merupakan barang langka itu harus dibagi. Prinsip itu prinsip keadilan. Adil pada hakekatnya berarti bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Dan karena pada hakekatnya semua orang sama nilainya sebagai manusia, maka tuntutan paling dasariah keadilan ialah perlakuan yang sama terhadap semua orang, tentu dalam situasi yang sama. Jadi prinsip keadilan mengungkapkan kewajiban untuk memberikan perlakuan yang sama dan untuk menghormati hak semua pihak yang bersangkutan. Suatu perlakuan yang tidak sama adalah tidak adil, kecuali dapat diperlihatkan mengapa ketidak samaan dapat dibenarkan (misalnya karena orang itu tidak membutuhkan bantuan). Suatu perlakuan tidak sama selalu perlu dibenarkan secara khusus, sedangkan perlakuan yang sama dengan sendirinya betul kecuali terdapat alasan-alasan khusus. Secara singkat keadilan menuntut agar kita jangan mau mencapai tujuan-tujuan, termasuk yang baik, dengan melanggar hak seseorang. Contohnya adalah kecelakaan maut Apriyani dan kecelakaan maut Rasyid Rajasa.
3.      Prinsip Hormat Terhadap Diri Sendiri
Prinsip ini mengatakan bahwa kita wajib untuk selalu memperlakukan diri sebagai suatu yang bernilai pada dirinya sendiri. Prinsip ini berdasarkan faham bahwa manusia adalah person, pusat berpengertian dan berkehendak yang memiliki kebebasan dan suara hati, makhluk berakal budi. Oleh karena itu manusia tidak pernah boleh dianggap sebagai sarana semata-mata demi suatu tujuan yang lebih lanjut. Ia adalah tujuan yang bernilai pada dirinya sendiri, jadi nilainya bukan sekedar sebagai sarana untuk mencapai suatu maksud atau tujuan yang lebih jauh. Hal itu juga berlaku bagi kita sendiri. Maka manusia juga wajib untuk memperlakukan dirinya sendiri dengan hormat. Kita wajib menghormati martabat kita sendiri.
Prinsip ini mempunyai dua arah. Pertama dituntut agar kita tidak membiarkan diri diperas, diperalat, diperkosa atau diperbudak. Perlakuan semacam itu tidak wajar untuk kedua belah pihak, maka yang diperlakukan demikian jangan membiarkannya berlangsung begitu saja apabila ia dapat melawan. Kita mempunyai harga diri. Dipaksa untuk melakukan atau menyerahkan sesuatu tidak pernah wajar, karena berarti bahwa kehendak dan kebebasan eksistensial kita dianggap sepi. Kita diperlakukan sama seperti batu atau binatang. Hal itu juga berlaku apabila hubungan-hubungan pemerasan dan perbudakan dilakukan atas nama cinta kasih, oleh orang yang dekat dengan kita, seperti oleh orang tua atau suami. Kita berhak untuk menolak hubungan pemerasan, paksaan, pemerkosaan yang tidak pantas. Misalnya ada orang yang didatangi orang yang mengancam bahwa ia akan membunuh diri apabila dia itu tidak mau kawin dengannya, maka menurut hemat saya sebaiknya diberi jawaban “silahkan!” dengan resiko bahwa ia memang akan melalukannya (secara psikologis itu sangar tidak perlu dikhawatirkan; orang yang sungguh-sungguh untuk membunuh diri biasanya tidak agresif). Adalah tidak wajar dan secara moral tidak tepat untuk membiarkan dia diperas, juga kalau kita mau diperas atas nama kebaikan kita sendiri.
Yang kedua, kita jangan sampai membiarkan diri terlantar, kita mempunyai kewajiban bukan hanya terhadap orang lain, melainkan juga terhadap diri kita sendiri. Kita wajib untuk mengembangkan diri. Membiarkan diri terlantar berarti bahwa kita menyia-nyiakan bakat-bakat dan kemampuan-kemampuan yang dipercayakan kepada kita. Sekaligus kita dengan demikian menolak untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat yang boleh diharapkannya dari kita.

             III.      Kesimpulan
Prinsip moral dapat dijadikan cara agar membangun suatu pribadi yang kuat. Saat seseorang memiliki pribadi yang kuat maka orang tersebut telat memiliki prinsip moral yang akan sama kuatnya. Dengan memiliki sebuah prinsip dasar moral yang kuat seperti; prinsip sikap baik, prinsip keadilan, dan prinsip hormat terhadap diri sendiri maka orang tersebut tentunya dapat menghormati dirinya sendiri, menghormati orang lain, menghargai pendapat, dan saling bantu membantu dengan orang-orang disekelilingnya. Maka itu pentingnya prinsip moral untuk membangun pribadi yang kuat sangatlah dibutuhkan oleh setiap manusia agar dirinya tidak mudah terbawa oleh pengaruh buruk dari dalam maupun luar masyarakat lainnya.

Referensi
http://kamusbahasaindonesia.org/prinsip diunduh pada tanggal 24 Juli 2014

Nama   : Suci Fajarwati Ramadhan
Kelas   : 1KA08
NPM   : 18113656



Selasa, 13 Mei 2014

Membentuk Manusia Budaya

MEMBENTUK MANUSIA BUDAYA
1.    Pendahuluan
        Pada zaman yang semakin maju seperti sekarang ini banyak sekali hal yang semakin berkembang. Seperti halnya kebudayaan manusia. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sejatinya manusia dengan kebudayaan itu tidak dapat dipisahkan. Manusia selalu melakukan kebudayaan didalam kehidunpannya. Setiap harinya manusia mencoba untuk menyempurnakan kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda. Salah satu cara melengkapinya yaitu dengan bersosialisasi dengan manusia lain dalam masyarakat. Oleh karena itu munculah beragam kebudayaan yang berbeda-beda.
          Didalam kehidupan kita, sering sekali kita mendengar atau mengucapkan kata budaya. Akan tetapi apa arti dari budaya itu sendiri? Dan adakah hubungan antara manusia dengan kebudayaan. Lalu bagaimana budaya membentuk manusia sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar dan diri manusia tersebut.
        Sehingga kita dapat menjadi manusia dengan memiliki pribadi kebudayaan yang lebih baik. Serta mengetahui lebih dalam tentang makna dari kebudayaan. Dan juga hubungan antara kebudayaan dengan manusia.
2.    Pembahasan
        Manusia memiliki hubungan yang sangat erat dengan budaya atau kebudayaan. Oleh karena itu manusia sering disebut sebagai makhluk budaya. Mengapa demikian? Alasan dari manusia disebut makhluk budaya sangat banyak. Hal ini terkait oleh makna atau arti dari budaya/kebudayaan itu sendiri. Budaya/kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yakni buddhayah. Kata tersebut merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berart budi/akal/pikiran manusia. budaya itu sendiri dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi atau pikiran dan akal manusia. Budaya adalah suatu kegiatan rutinitas yang dilakukan secara berulang-ulang setiap harinya oleh sebuah kelompok dan dapat diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya.
          Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit seperti; politik, agama, bahasa, kesenian, dan adat istiadat. Hal-hal yang sangat kompleks dan rumit ini dapat menjadi satu yakni kebudayaan. Salah satu negara yang sangat terkenal akan beragam kebudayaan yang ada di negaranya yakni Indonesia. Indonesia terdiri dari beragam agama, suku, bahasa, kesenian, serta adat istiadat yang berbeda-beda. Beragamnya kebudayaan ini akan memberikan sebuah dampak baik itu positif ataupun negatif.
          Seorang manusia itu sendiri memilliki pandangan hidup, cara berfikir, tingkah laku, dan gaya hidup yang berbeda pula. Sehingga kepribadian seseorang dapat terlihat dari bagaimana manusia itu dapat menilai sesuatu hal baik dan buruk dalam pengambilan sebuah keputusan untuk memilih tindakan yang akan dilakukan nantinya. Beberapa orang yang membentuk kebudayaan buruk terhadap lingkungannya dapat menyebabkan konflik dan kericuhan. Hal ini disebabkan karena manusia itu sendiri yang tidak peduli akan keadaan yang ada disekitarnya. Sebagai makhluk sosial sudah seharusnya manusia peduli terhadap lingkungan yang ada. Manusia harus membiasakan diri sendiri untuk memiliki pandangan hidup yang positif. Sehingga manusia dapat menciptakan kebudayaan yang baik bagi bangsa lingkungannya, khususnya negara Indonesia. Agar dengan keberagaman kebudayaan yang ada tidak menimbulkan perpecahan, konflik, dan juga kericuhan antar suku, agama, dan adat istiadat.
3.    Penutup
          Manusia memang tidak akan terlepas oleh suatu kebudayaan. Karena kebudayaan merupakan suatu hal yang kita lakukan secara berulang-ulang. Kebudayaan terbentuk dari berbagai macam hal yang kompleks. Sehingga kebudayaan ini akan mempengaruhi bentuk pola pikir manusia. Seorang manusia harus dapat memilih atau mengetahui kebudayaan yang baik maupun buruk. Agar manusia dapat menjaga dan melestarikan kebudayaan yang membawa dampak baik bagi kehidupan dirinya serta lingkungan tempat tinggalnya.
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya diunduh pada tanggal 5 Mei 2014



Suci Fajarwati Ramadhan
18113656
1KA08

Minggu, 30 Maret 2014

Peran Agama dalam Membangun Budaya Lokal

PERAN AGAMA dalam MEMBANGUN
BUDAYA LOKAL

1.    Pendahuluan
          Setiap orang memiliki kepercayaan yang dianutnya masing-masing. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan. Pada dasarnya, Indonesia terbentuk dan dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan besar. Diantaranya kebudayaan India yang terbukti dengan adanya masyarakat yang meganut agama hindu dan budha, serta kebudayaan Arab yang terbukti dengan adanya agama Islam.
          Agama dan kebudayaan punya hubungan yang erat dengan kehidupan kita. Akan tetapi, agama memiliki tingkatan lebih tinggi dibandingkan dengan kebudayaan yang ada. Sehingga kedudukan agama dengan budaya tidak dapat disandingkan dengan sejajar. Karena agama adalah murni pedoman yang diberikan oleh Tuhan. Sedangkan kebudayaan hasil karya manusia.
          Oleh karena itu kita harus mengetahui tentang apa itu agama? dan juga apa yang dimaksud dengan kebudayaan? serta apa peran agama dalam membangun budaya lokal. Dengan mengetahui lebih jelas diharapkan dapat lebih memahami tentang agama dan juga kebudayaan. Serta hubungan agama dan kebudayaan pada kehidupan sehari-sehari.

2.    Pembahasan
          Kata agama berasal dari bahasa Sansekerta dari kata a berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan, sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau.  Ketidak kacauan itu disebabkan oleh penerapan peraturan agama tentang moralitas, nilai-nilai kehidupan yang perlu dipegang, dimaknai, dan diberlakukan.
          Sedangkan kebudayaan atau budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Jadi budaya diperoleh melalui belajar. Tindakan-tindakan yang dipelajari antara lain cara makan, minum, berpakaian, berbicara, bertani, bertukang, berelasi dalam masyarakat  adalah budaya. Tapi kebudayaan tidak saja terdapat dalam soal teknis tapi dalam gagasan yang terdapat dalam fikiran yang kemudian terwujud dalam seni, tatanan masyarakat, ethos kerja dan pandangan hidup. 
          Peran agama dalam membangung budaya lokal yakni agama mampu menjadi pencegah terjadinya disintegrasi dalam masyarakat. Karena agama dapat membangun spiritualitas yang memberi kekuatan dan pencegahan dalam memecahkan segala masalah sosial yang ada. Sosiolog Peter L Berger (1991) mengemukakan bahwa agama merupakan sistem simbolik yang memberikan makna dalam kehidupan manusia yang bisa memberikan penjelasan secara meyakinkan, serta paling komprehensif tentang realitas, tragedi sosial dan penderitaan atau rasa ketidakadilan.
          Agama mengandung otoritas dan kemampuan pengaruh untuk mengatur kembali nilai-nilai dan sasaran-sasaran yang ingin dicapai masyarakat. Dengan demikian, fungsi sosial agama adalah memberi kontribusi untuk mewujudkan dan mengekalkan suatu tatanan kemasyarakatan. Secara sosiologis memang tampak ada korelasi positif antara agama dan integrasi masyarakat agama merupakan elemen perekat dalam realitas masyarakat yang pluralistik.

3.    Penutup
          Agama merupakan ciptaan Tuhan yang hakiki. Oleh karena itu, agama dijamin akan kefitrahannya, kemurniannya, kebenarannya, kekekalannya, dan konstanta atau tidak dapat dirubah oleh manusia sampai kapanpun. Sedangkan kebudayaan adalah hasil cipta, karya, rasa, karsa, dan akal buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidupnya. Dimana kebudayaan itu sendiri akan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan jaman. Dengan demikian, meskipun agama dan budaya saling berhubungan. Namun, pada prakteknya agama dan kebudayaan tidak dapat disejajarkan.

Referensi
http://www.katanatalius.com/2012/10/agama-dan-kebudayaan.html diunduh pada tanggal 31 Maret 2014

Nama     : Suci Fajarwati Ramadhan
NPM      : 18113656
Kelas      : 1KA08

Kebudayaan dan Masalah Makna Hidup

Kebudayaan dan Masalah Makna Hidup

I.     Pendahuluan
       Seperti yang kita ketahui di dalam bermasyarakat manusia tidak akan terlepas dengan kebudayaan. Karena kebudayaan berasal dari pemikiran, ide, serta gagasan dari manusia. Sehingga manusialah yang menciptakan kebudayaan dan menerapkan kebudayaan itu sendiri. Di setiap kehidupan manusia tentunya memiliki sebuah masalah. Pada setiap masalah yang dialami manusia memiliki makna kehidupan yang berbeda-beda.
       Dengan demikian, apakah arti dari sebuah kebudayaan? dan juga apa yang dimaksud dengan makna hidup?. Oleh karena itu saya akan membahas lebih rinci tentang kebudayaan dan juga makna hidup.
       Setelah kita mengetahui lebih banyak tentang kebudayaan dan makna hidup, diharapkan dapat  lebih paham. Serta dapat menerapkan  kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Dan juga menjaga kebudayaan agar lebih merawat dan menjaga kebudayaan yang sudah ada.

II.  Pembahasan
       Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Didalam kehidupan manusia berperan sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Manusia menciptakan kebudayaan dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengan yang mereka lakukan.
       Di dalam kehidupan keseharian tentunya kita pasti memiliki masalah. Masalah merupakan suatu hal atau kejadian yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. Setiap penyelesaian masalah memiliki arti atau makna untuk kehidupan kita. Berbeda dengan masalah, makna kehidupan merupakan suatu proses menemukan hakekat yang sangat berarti bagi seseorang. Setiap orang akan melakukan proses ini dengan berbeda-beda. Seseorang akan  memaknai hidupnya lebih baik dan akan termotivsasi jika kebutuhan mereka terpenuhi. Manusia yang memiliki makna hidup yang sudah terpenuhi, akan merasa dirinya telah meraih tujuan hidupnya.

III.   Kesimpulan
       Kebudayaan memang hal yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Karena manusialah yang menciptakan kebudayaan dan menerapkan pada kehidupan bermasyarakat. Jika sebuah masalah timbul dalam kehidupan maka penyelesaiannya akan memiliki makna atau arti yang lebih baik. Tergantung dari individu yang mengalaminya. Jika makna kehidupannya terpenuhi, maka mereka akan menganggap tujuan hidupnya telah terpenuhi.

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Masalah diunduh pada tanggal 30 Maret 2014

Nama   : Suci Fajarwati Ramadhan
Kelas   : 1KA08
NPM   : 18113656

Menumbuhkan Budaya Lokal dalam Perguruan Tinggi

MENUMBUHKAN BUDAYA LOKAL dalam
PERGURUAN TINGGI
I.     Pendahuluan
Tidak dapat dipungkiri lagi Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keberagaman kebudayaan. Namun, pada era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan di Indonesia lambat laun semakin tidak tersentuh oleh masyarakatnya sendiri. Banyaknya kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia menyebabkan kebudayaan lokal pun terkikis oleh zaman yang semakin menyukai kebudayaan dari luar. Yang paling mendominasi penyuka kebudayaan dari luar yaitu kalangan pelajar. Pelajar adalah generasi yang akan melanjutkan bangsa ini. Oleh karena itu, pelajar harus mengenal dan menerapkan kebudayaan yang ada pada bangsa Indonesia.
Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dimaksud dengan budaya?. Apa yang menyebabkan kebudayaan lokal mulai kurang dinikmati oleh para pelajar.  Dan bagaimana cara agar menumbuhkan menyukai budaya lokal dinikmati kembali oleh masyarakat Indonesia?.
Setelah kita mengetahui jawaban dari pertanyaan yang ada diharapkan masyarakat Indonesia dapat mengetahui dan menerapkan kembali kebudayaan yang ada. Khususnya, kalangan pelajar yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Agar kebudayaan tidak terkikis oleh zaman yang terus maju.

II.  Pembahasan
Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai-nilai yang diturunkan kepada setiap generasi kegenerasi agar dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Dapat diartikan bahwa budaya Indonesia merupakan suatu kesatuan yang berasal dari setiap daerah yang berada pada wilayah NKRI. Kebiasaan tersebut mengandung nilai-nilai luhur yang mencerminkan identitas daerahnya masing-masing.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin berkembang, kebudayaan dari luar pun ikut masuk ke Indonesia. Style atau gaya yang ikut masuk sangat mempengaruhi kaum muda yang ada. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, aliran musik, dan juga tingkah lakunya sudah mengikuti budaya luar. Tak heran sekarang ini budaya Indonesia hampir tidak ada yang mengetahuinya terutama anak-anak muda. Mereka mulai meninggalkan budaya bangsa dan lebih memilih budaya luar, dengan beralasan karena budaya Indonesia itu  kurang menarik. Bagi, kaum muda yang mmemiliki pemikiran yang tidak stabil kebudayaan Indonesia dirasa masih tertinggal dari kata moderen. Hal inilah yang menyebabkan kaum muda lebih memilih kebudayaan luar. Dengan adanya pemikiran yang seperti itu, maka budaya Indonesia tidak akan berkembang tanpa adanya peran serta dari kaum muda. Pentingnya anak-anak muda zaman sekarang mengenal budayanya sendiri dapat menjadikan Indonesia menjadi negara luhur yang masih mempertahankan kebudayaan aslinya.
Oleh karena itu, kita harus mengetahui cara agar budaya lokal agar dapat mengembalikan rasa cinta terhadap budaya lokal. Cara menumbuhkan budaya lokal tidaklah sulit. Para kaum muda dapat menerima pelajaran muatan lokal (kesenian) berbasis pelestarian seni budaya setempat.  Didalam pelajaran kesenian kaum muda dapat di kenalkan dengan budaya-budaya dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Pentingnya budaya lokal (budaya Indonesia) terhadap kaum muda bertujuan untuk membentuk karakter kaum muda Indonesia.

III.    Kesimpulan

Tidak dipungkiri banyak sekali dampak dari era globalisasi. Tidak hanya teknologi yang semakin meningkat, kebudayaan pun terkena dampak dari globalisasi tersebut. Indonesia memang memiliki banyak kebudayaan yang ada. Akan tetapi, kaum muda yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa ini kurang melirik kebudayaan asal negaranya sendiri. Mereka lebih menikmati kebudayaan yang berasal dari luar. Oleh karena itu, pemberian pelajaran ataupun mata kuliah muatan lokal (kesenian) harus diberikan kepada kaum muda. Agar mereka dapat mengerti, menerapkan, dan juga melestarikan kebudayaan yang ada pada bagsa Indonesia.

Referensi:

http://viyura.wordpress.com/2014/02/17/menumbuhkan-cinta-budaya-indonesia-bagi-kaum-muda-melalui-mata-pelajaran-muatan-lokal-kesenian/ diunduh tanggal 28 Maret 2014



Nama   : Suci Fajarwati Ramadhan
Kelas   : 1KA08
NPM   : 18113656