Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Desember 2015

Puisi "Sebuah Kesalahan"

Sebuah Kesalahan
-Suci
Ada mawar
Yang kulihat di pagi hari
Bagaimana?
Jadi lebih terang dari berlian
Belum pernah ku melihatnya sejak kau pergi
Sudah besar
Cantik dari sebelumnya
Warna merah,
Seolah-olah itu hatimu
Tapi sekarang warna mulai membakar

Aku harap Anda memberiku
Kesemapatan kedua
Untuk membuat segalanya dengan benar
Aku tahu bahwa aku salah
Dan kau meninggalkan aku lumpuh

Aku tahu bahwa Anda adalah benar
Dan aku salah
Aku tahu itu, penyebab Anda
Dan aku minta maaf untuk waktu itu
Dan aku kembali ke diriku dan berpikir lagi

Aku tahu kau masih mencintaiku
Tapi Anda meninggalkan menyebabkan salahKu

Dan aku minta maaf

Puisi Aku Memakluminya


Aku Memakluminya
 -Suci
Kau pernah mengatakan bahwa mengenalku adalah keajaiban yang tak terkira
Aku memakluminya karena aku juga merasakan hal yang sama

Kau pernah mengatakan bahwa berjalan bersamaku
Hanya bahagia yang kau lihat
Aku memakluminya karena itu yang aku lihat dari tatap matamu

Kau pernah mengatakan bahwa tiada saat kau tak memikirkanku
Aku memakluminya karena degup makin tak karuan
Dibanding lampu notif yang menyala tiap detiknya

Lalu
Kau mengatakan bahwa mencintaimu adalah kesia-sian terbesar aku
Kau mengatakan bahwa kita hanya seperti aku dengan lainnya, teman
Kau mengatakan bahwa melupakan semua yang pernah kita lalui itu satu-satunya pilihan
Kau mengatakan melepas adalah hal yang terbaik untuk kita

Aku memakluminya
Tanpa alasan

Minggu, 22 November 2015

Tak Ingin Sekedar



Tak Ingin Sekedar
 -Suci
Izinkan aku mengucap syukur yang berulang
Kepada Tuhan yang tak pernah bosan Atas pertemuan kita yang telah Ia ciptakan

Aku pernah membayangkan jika bukan kau yang aku temui saat itu
 apakah aku akan secinta ini?

Lalu aku mencoba untuk tidak membayangkannya lagi
Aku rasa hadirmu sudah cukup dan memang kau lah jawaban atas doa

Pada matamu, kutemukan arti bahagia
Namun aku mohon padamu
Jangan hiasi ia dengan air serta kemerahannya
Bahagia akan runtuh bersama jatuhnya air dari ekor matamu

Izinkan aku untuk menyampaikan rasa 'tuk menjalin asa
Aku tak ingin ia sekedar ada dalam hati dan mati disana.

Aku pernah berusaha memasuki hatimu dengan kesungguhan niat
Tapi aku hanya menemukan pintu terkunci

Lalu aku mencoba untuk membukanya dengan perlahan seaat demi sesaat
Aku rasa ia memang terkunci dari dalam
Dikunci oleh pemiliknya.

Pada hatimu
Aku menemukan arti dari nyaman walaupun aku hanya diluar
Namun kau tau?
Diluar sangat dingin
Entah mengapa
Sedingin sikapmu.

Aku mohon padamu
Untuk sekedar bicara dan beritahu aku jika aku pernah mengisi hatimu
Aku tak ingin sekadar singgah dan mati disana

Minggu, 15 November 2015

Puisi Jarak dan Waktu



Jarak dan Waktu
-          Suci
Ketika jarak mencoba memisahkan
Ingatlah saat-saat yang dia lakukan
Dia selalu berusaha membuat kebahagian
Dia selalu tau cara membuat tertawa
Dia selalu tau apa yang harus dia lakukan
Dia selalu bisa bertingkah sesuai waktunya

Mungkin dia bukan sesosok
Orang yang romantis
Dia juga bukan puitis
Tapi dia selalu peduli

Kita memang banyak perbedaan
Banyak nya kilometer jarak
Memang memperjauh kita
Tapi waktu tetap akan
Mempersatukan kita kelak

Minggu, 18 Oktober 2015

mistake's poem



Mistake
There’s a rose
That I see in the morning
How it?
So brighter than a diamond
I haven’t seen it since you left
It’s been great
Prettier than ever
Red colour,
As if it’s your heart
But now the colour start burn

I hope you give me
The second chance
To make everything right
I know that I’m wrong
And you left me paralyzed

I know that you are true
And I’m wrong
I know it, cause of you
And I say sorry for that time
And I go back to my self and think again

I know you still love me
But you left cause my wrong
And I say sorry